Pantesan Pejabat Publik Sering Blunder Saat Komunikasi! Ternyata 4 Kaidah Pesan Ini Tidak Diperhatikan.

Komunikasi menjadi jembatan penghubung untuk menyampaikan pesan-pesan dalam kehidupan. Disampaikan oleh komunikator dan diterima oleh komunikan. Seharusnya, komunikasi dipersiapkan dengan matang karena ketika pesan sudah terkirim, maka pesan tidak bisa ditarik kembali dan sepenuhnya akan diterima oleh komunikan.

Sayangnya, di era yang serba terbuka untuk berpendapat, masih banyak orang, terlebih pejabat publik yang tidak mempersiapkan pesannya dengan tepat. Imbasnya, terjadi blunder hingga kesalahpahaman yang berujung pada trust issue.

Lalu, apa yang seharusnya dilakukan agar pesan yang disampaikan bisa berdampak?

Menurut Wilburr Schramm seorang pakar, peneliti dan sarjana dalam bidang ilmu komunikasi asal Amerika Serikat yang juga dikenal sebagai bapak pendiri ilmu komunikasi, ada empat kondisi sukses komunikasi. (https://id.wikipedia.org/wiki/Wilbur_Schramm)

Kondisi tersebut berkaitan dengan bagaimana seorang komunikator, public speaker dalam merancang dan menyampaikan pesan. Ke empat hal tersebut yaitu:

  1. Pesan dirancang menarik

Informasi yang kita sampaikan perlu dikemas dengan menarik agar membuat minat kawan bicara tumbuh. Kemasan menarik itu bisa dibuat dari diksinya, suara hingga contoh-contoh yang relevan dengan kawan bicara.

  1. Pesan memiliki makna yang sama

Satu hal penting dari sebuah pesan adalah makna yang sama, antara sang pengirim pesan terhadap sang penerima pesan. Jadi, usai kita berkomunikasi, coba pastikan melakukan konfirmasi, apakah kawan bicara kita memiliki makna yang sama atau ternyata belum. Konfirmasi menjadi penting agar tidak  ada informasi yang berbeda, salah paham hingga makna yang jauh berbeda.

  1. Pesan menumbuhkan kebutuhan

Seorang komunikator handal mampu menjadikan pesan yang disampaikannya menjadi sebuah kebutuhan bagi kawan bicara. Dalam arti lain, pesan tersebut menggerakan kawan bicara melakukan sesuatu.

Contoh sederhannya, Anda menceritakan tentang kelezatan makanan khas Bandung, yaitu cimol bojot! Anda menceritakan dengan beragam sensasi yang khas, eskpresi yang lepas hingga tak sadar membuat kawan bicara Anda yang anti micin dan tepung malah mau membeli dan merasa butuh.

Apakah Anda sudah melakukan hal tersebut dan membuat kawan bicara menjadi butuh?

  1. Pesan memberikan jalan keluar

Sebuah informasi dari yang kita sampaikan bisa menjadi solusi jika kita berhasil menjawab keresahan dan masalah banyak orang. Maka, riset sebelum berbicara adalah koentji dari hadirnya sebuah pesan yang solutif.

-Sebagai guru, Anda tahu apa yang menjadi keresahan murid.

-Sebagai orang tua, Anda tahu apa yang diinginkan anak-anak.

-Sebagai seorang suami, Anda tahu apa yang sedang dibutuhkan istri.

-Sebagai seorang pejabat, Anda tahu apa yang sedang masyarakatkan keluhkan.

Semua berdasarkan riset. Dan bayangkan, jika Anda berbicara lalu menjawab masalah tersebut, maka pesan Anda menjadi sebuah solusi. Jangan sampai, pesan kita malah menambah masalah dan membuat bebal banyak orang. 

Itulah empat kondisi yang bisa kita rancang agar setiap pesan yang disampaikan menjadi sebuah makna yang berdampak bagi kehidupan.

Selamat merancang pesan dan memberikan makna positif dalam kehidupan.
Salam Hangat,

Fauzi Noerwenda

Tags : , ,