“Empati yang tumbuh dari hati, menjadikan komunikasi lebih mudah dimengerti”

Komunikasi menjadi pintu gerbang hadirnya sebuah perasaan, disukai atau malah dibenci! Prosesnya sederhana, kita hanya perlu melontarkan sebuah kalimat, lalu lihat responnya.
Jika orang menyukai kita, maka apa yang kita sampaikan sesuai dan tidak ada yang dianggap melanggar nilai-nilai mereka. Jika orang membenci kita, boleh jadi apa yang disampaikan tidak sesuai dan bertabrakan dengan nilai yang diyakini kawan bicara kita.
Komunikasi itu gerbang, sayangnya, tidak semua orang “ngeuh” untuk menjaga gerbang yang kita miliki. Bentuk penjagaannya adalah menghadirkan rasa empati yang ibarat gembok!
Empati akan selalu muncul dan mempertimbangkan kondisi kawan bicara. Empati yang tulus berasal dari hati nurani yang juga tulus. Dan percayalah, saat semua yang disampaikan berasal dari hati, maka kawan bicara pun akan mengerti.
Tak perlu script bagus untuk bisa dimengerti. Tak perlu banyak istilah keren untuk bisa dipahami. Tak perlu banyak teknik agar orang meyakini.
Hanya perlu, ketulusan hati untuk berbicara sesuai dengan yang diyakini. Semoga, kita selalu diberikan hati yang kuat untuk bisa berbicara dengan rasa empati. Semoga kita bisa menjadi bagian yang bisa berkomunikasi dengan penuh empati.
Tags : Komunikasi, Komunikasi Efektif, Komunikasi Empati, Tips KomunikasiSalam hangat,
Fauzi Noerwenda