Tips MC: Memandu Sungkeman Pernikahan Yang Khidmat

SUNGKEMAN: MOMEN INTIM PENGANTIN & ORANG TUA
Dalam rangkaian acara pernikahan, sungkeman menjadi salah satu agenda yang dinantikan oleh pengantin dan orang tua. Momen spesial yang akan jadi titik awal hadirnya restu dan kebaikan bagi pengantin.

Dalam rangkaian sungkeman, MC masih berperan menghadirkan momen intim tersebut. Lalu, bagaimana sikap dan posisi MC agar momen spesial tersebut bisa dinikmati dengan nyaman. Ada 3 hal yang perlu kita ingat dan sadari ketika akan memandu acara sungkeman.

Pertama, masih ada kesan yang sering muncul bahwa sungkeman merupakan adegan untuk “nangis-nangis-an”, yang artinya, kalo gagal menangis maka MC gagal memandu acara.
Padahal tidak seperti itu!
Kesedihan setiap orang itu berbeda. Ada yang dalam diam, ada yang tersenyum malu, ada yang cukup dengan menatap dan memeluk dan tentu, ada pula yang menangis. Jadi, tidak bisa disamaratakan!

Kedua, kisah keluarga setiap orang pasti berbeda. Tidak semua anak mengalami fase 9 bulan dalam kandungan. Tidak pula yang kehidupannya dibarengi orang tua. Maka, MC tidak bisa menggunakan teks sungkeman dengan “template”. Kita perlu memahami dan mengenal pengantin tersebut.

Ketiga, momen sungkeman ini bersifat intim. Tidak semua pengantin nyaman jika dipandu secara full teks oleh MC. Maka, berikan jeda agar pengantin dan orang tua bisa menikmati kebersamaannya. Bila perlu, tanyakan, lebih nyaman dipandu MC secara keseluruhan untuk sungkemnya atau dilepaskan dan MC cukup mempersilakan.

Maka, momen sungkem bukan panggung MC untuk menunjukan skill bahwa saya jago dan bisa bikin orang menangis. Tapi sejatinya momen untuk memfasilitasi bagia pengantin dan orang tua menikmati kebersamaannya.

Btw, pernah nemu cerita mengharukan atau menarik apa saat teman-teman MC memandu acara sungkeman?
Yuk berbagi cerita biar nantinya kita bisa makin optimal memandu acara sungkeman ^_^

Salam hangat,
Fauzi Noerwenda

Tags : , , , , ,